:::: MENU ::::
  • Weather Station All Series

  • Weather Station Kit

  • Online Monitoring Weather Situation

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

DIY Dilanda Cuaca Ekstrem atasi dengan Weather Station
DIY Dilanda Cuaca Ekstrem
Hujan disertai angin yang diamalami DIY masuk dalam kategori ekstrem. Akibatnya kencangnya angin banyak pohon tumbang di wilayah Sleman dan Kulonprogo.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY Djoko Budiyono mengatakan dari pemantauan Automatic Weather Station hujan lebat terjadi pada pukul 13.40 selama tiga puluh menit.

Saat itu curah hujan yang jatuh mencapai 29 milimeter. Angka itu menjadikan cuaca saat itu masuk dalam kategori ekstrem, lantaran angka normal curah hujan tak lebih dari 20 milimeter.

Hari itu angin yang berhembus juga mencapai 57, 4 kilometer per jam. Kecapatan itu juga masuk kategori ekstrem di mana batas normalnya adalah 46 kilometer per jam.

"Hasil pantauan radar cuaca tadi siang terdapat awan cumulonimbus khususnya diatas wilayah Sleman dan kulonprogo," ujarnya.

Awan itu muncul salah satunya lantaran kelembaban udara yang cukup tinggi di bagian atas atmosfer.
Kondisi ini mengakibatkan hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang adalah karena awan Cumulonimbus ini.

"Potensi hujan lebat saat ini akan sering intens muncul. Karena di bulan ini, di wilAyah DIY akan memasuki puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada bulan januari hingga februari," tambahnya.

Minggu, 05 Maret 2017

Bagaimana Tinggi Banjir Diukur? Apa Bedanya Siaga I, II, III dan IV?

Ada beberapa laporan soal penanganan banjir menggunakan keterangan tertentu seperti Siaga I, Siaga II, Siaga III, Siaga IV. Ada juga soal ketinggian air sekian cm, tapi bagaimana sebenarnya cara pengukurannya?

kumparan mengumpulkan berbagai informasi mendasar soal banjir agar Anda bisa memahami keterangan yang disampaikan pihak berwenang. Berikut daftarnya seperti dikutip dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta:

Status Siaga Pintu Air
Siaga IV : Belum ada peningkatan debit air secara mencolok. Komando di lapangan, termasuk membuka atau menutup pintu air serta akan dikemanakan arah air cukup dilakukan oleh komandan pelaksana dinas atau wakil komandan operasional wilayah.

Siaga III : Bila hujan yang terjadi menyebabkan terjadinya debit air meningkat di pintu - pintu air tetapi kondisinya masih belum kritis dan membahayakan. Meski demikian, bila status siaga III sudah ditetapkan, masyarakat sebaiknya mulai berhati-hati dan mempersiapkan segala sesuatunya dari berbagai kemungkinan bencana banjir.

Siaga II : Bila hujan yang terjadi menyebabkan debit air mulai meluas, maka akan ditetapkan Siaga II, penanggung jawab untuk siaga II ini adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Prov. DKI Jakarta yaitu Sekretaris Daerah.

Siaga I : Bila dalam enam jam debit air tersebut tidak surut dan kritis maka ditetapkan Siaga I. Penanggung jawab penanganan status siaga I langsung di tangan Gubernur.

Untuk menghitung ketinggian air, kita menggunakan delapan unit alat early warning system, berupa enam unit Weather Station dan dua unit High Tide Warning yang tersebar di lima wilayah di Jakarta. 

Weather Station adalah alat pengukur curah hujan dan kecepatan angin, serta berguna untuk memantau curah hujan yang ekstrim dan berpotensi banjir. Alat ini juga mampu memantau hujan dengan intensitas tinggi, juga memberi peringatan bila ada potensi pohon tumbang.

Rabu, 01 Maret 2017

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), sedang mengembangan teknologi pendeteksi detail atmosfer. Teknologi itu dihadirkan guna mengetahui rentang waktu terjadinya curah hujan yang tinggi, sehingga bisa mendeteksi datangnya banjir.

Teknologi itu juga diposisikan untuk memantau wilayah, khususnya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Diketahui, Jakarta sebagai ibu kota menjadi wilayah yang berlangganan banjir, setiap kali musim hujan melanda.

"Setiap musim hujan, Jakarta disibukkan banjir, di Jakarta terdapat 13 aliran sungai, sedangkan belum hujan, air sudah muntah, apalagi hujan," ujar Kepala BPPT, Unggul Priyanto, di Gedung BBTMC, Serpong, Tangerang Selatan.

Untuk itu, Unggul mengatakan, BBTMC dan Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bekerja sama melakukan teknologi Intensive Observatorium Period (IOP), dengan berbagai macam alat untuk mendeteksi atmosfer secara detail.

Pelaksana Tugas Harian (Plt) BBTMC, Jon Arifin menjelaskan empat tujuan utama IOP. Pertama, untuk memahami kondisi atmosfer secara detail, pada rentang waktu terjadinya curah hujan tinggi, yang menyebabkan banjir di Jakarta. Kedua, berguna untuk uji coba sistem deteksi dini banjir di Jakarta.

Ketika sudah diketahui, kapan waktu curah hujan tinggi akan terjadi, maka otomatis peringatan dini bisa dilakukan, dan tindakan selanjutnya bisa cepat diambil.

Selain itu, IOP juga bertujuan untuk mendeteksi atau memonitoring banjir di Jakarta, dengan berpatokan pada gerakan atmosfer. Unggul mengatakan, dengan pemantauan IOP, wilayah yang kemungkinan akan dihampiri banjir besar pun akan diketahui.

Terakhir, ke depan IOP juga bakal memakai teknologi Ground Particle Generator (GPG), teknologi uji coba pengurangan curah hujan.

"Kami merancang kegiatan kerekayasaan dalam rangka mengurangi potensi banjir dari segi aspek atmosfer, cuaca dan analisis," ujar Jon.

Alat teknologi IOP
Adapun alat yang digunakan dalam proses IOP yaitu mobile radar, radiosonde, radiometer, microrain radar dan Weather Station.
Semua alat tersebut dipasang di stasiun dermaga, Serpong dan BMKG. Notifikasi peringatan dini nantinya bisa secepatnya tersebar pada instansi pemerintahan dan komunitas wilayah yang rentan terkena banjir.

Kamis, 29 September 2016

Saat ini, kepungan asap di Provinsi Riau sudah mulai berkurang. Warga sudah kembali beraktifitas seperti biasa dengan jarak pandang yang cukup, tidak seperti sebelumnya dengan jarak pandang terbatas dan hampir tak terlihat. Alat pengukur kualitas udara ( ISPU ) sudah menunjukkan tampilan sedang, tidak seperti beberapa waktu sebelumnya yang menjukkan berbahaya.Hal ini tidak lepas dari bantuan penanganan dari lembaga pemerintah untuk masalah kepungan asap tersebut antara lain BPPT. Sekitar 29,9 ton garam digunakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk merekayasa cuaca atau dengan sebutan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hujan buatan, di atas Provinsi Riau sebagai salah satu upaya penanganan kebakaran lahan dari hutan sebagai penyebab polusi dan kepungan asap yang mengganggu masyarakat.Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau, Senin menerima data realisasi penerbangan TMC yang diperoleh dari BPPT mencatat penyemaian yang telah dilakukan oleh dua pesawat berbadan besar yakni jenis Casa dan Hercules milik Tentara Nasional Indonesia (TNI).Casa telah melakukan 10 kali sorti dengan kapasitas angkutan 0,9 ton sampai dengan satu ton garam dan totalnya mencapai 9,9 ton garam. Hercules telah melakukan empat kali sorti dengan kapasitas per sorti lima sampai 10 ton garam dan total yang telah ditabur sebanyak 20 ton garam. Penaburan garam atau penyemaian hujan buatan dilakukan di sejumlah wilayah dengan pertumbuhan awan cukup baik, seperti Kabupaten Pelalawan, Siak, Dumai, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, dan Rokan Hulu.Kepala Bidang Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengungkapkan "TMC juga telah berhasil menghasilkan hujan di sejumlah wilayah di Riau,". Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin mengatakan, hujan telah terjadi di sejumlah wilayah kabupaten/kota di Riau dalam beberapa hari terakhir. "Meski intensitasnya masih ringan-sedang, namun cukup untuk memadamkan sebagian titik kebakaran lahan dan mengurangi polusi asap," katanya. Intensitas hujan tersebut dapat diukur dengan instrument weather station.
Kutipan : antara

Contact Us :
Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927

Minggu, 04 September 2016

Sejak Kamis 28 Maret 2013 pukul 22.00 WIB PLN melakukan perbaikan menara (tower) SUTET yang rusak di Sumedang, Jawa Barat. Kerusakan tower tersebut akibat adanya pergeseran tanah (landslide) dan tanah sekitar pondasi longsor. Pergeseran dan longsor tanah seharusnya dapat dicegah dengan TMR DW-PRO atau Alat Uji Tanah. Instrumen tersebut berfungsi untuk mengetahui kualitas kepadatan tanah dan lainnya.

Dua tapak tower bergeser mengakibatkan tower bengkok dan rawan roboh. Kondisi ini dipicu oleh tingginya curah hujan beberapa bulan terakhir. Curah hujan yang tinggi ini dapat diukur dengan instrument weather station yang telah banyak digunakan berbagai macam industri.

Pekerjaan ini harus dilakukan untuk menghindarkan kerusakan yang lebih parah yang dapat mengganggu penyaluran tenaga listrik. Pekerjaan direncanakan berlangsung hingga tanggal 5 April 2013. SUTET tersebut menyalurkan listrik dari Mandirancan (Cirebon) – Bandung Selatan. Akibatnya transfer daya dari pembangkit yang ada di wilayah timur Jawa ke wilayah barat (Jakarta dan Jawa Barat) berkurang sekitar 750 Mega Watt (MW).

Kekurangan pasokan listrik ke Jakarta dan Jawa Barat ini diupayakan semaksimal mungkin untuk dipenuhi dengan mengoptimalkan pembangkit yang ada di wilayah barat seperti PLTU Indramayu, PLTU Lontar Tangerang dan PLTU Priok. Pemadaman di sisi pelanggan diupayakan untuk dihindarkan atau diminimalisir dengan memanfaatkan hari libur Jum’at – Minggu tanggal 29-31 Maret 2013 yang tidak ada pemadaman karena beban rendah.

Namun pada hari kerja Senin – Jum’at 1 – 5 April 2013 terpaksa akan dilakukan pemadaman secara bergilir. Setiap pelanggan ada potensi pemadaman sekali saja selama 3 jam dalam periode 1 – 5 April 2013. Hal ini dilakukan karena setelah optimalisasi pembangkit-pembangkit tersebut masih terjadi kekurangan daya sekitar 400 MW di Jakarta dan Jawa Barat.

Sumber : pln.co.id dan okezone.com – alatuji(edit)

Contact Us :
Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927
Hujan deras mulai melanda berbagai daerah di Indonesia. Beberapa tempat seperti di Kabupaten Bandung dan sekitarnya terendam banjir akibat hujan deras pada bulan November ini. Banjir ini membuat ribuan warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka dan harus rela harta benda mereka hanyut terbawa oleh arus banjir.

Curah hujan yang semakin meninggi adalah penyebab banjir di Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Curah hujan tinggi yang dapat diukur dengan instrument weather station ini, menyebabkan beberapa sungai dan aliran air meluap. Luapan air tersebut masuk ke pemukiman warga Kabupaten Bandung dan menyebabkan banjir.

Akibat banjir tersebut, warga Kampung Pangkalan Bambu, Pekayon Jaya, Bekasi terpaksa harus bertahan di rumah, meski banjir telah menggenangi rumah mereka sejak beberapa hari lalu. Di siang hari, mereka menjaga rumah dan harta benda. Sementara pada malam hari, mereka mengungsi ke tempat lain. Meski demikian, posko kesehatan juga telah dibuka untuk melayani warga yang terserang penyakit.

Saat ini, warga Kelurahan Sukakarya, Waru Doyong, Kota Sukabumi terus membersihkan rumah dan lingkungan mereka dari kotoran dan lumpur akibat banjir. Sebab tak hanya sampah, mobil pun ikut terbawa derasnya banjir. Bahkan benteng beton yang baru enam bulan dibangun, juga ikut roboh tergerus banjir. Bencana ini merendam puluhan rumah dan 35 kepala keluarga telah mengungsi.

Setelah banjir mulai surut, warga komplek Permata Cincin, Kabupaten Bandung, berusaha membersihkan rumah mereka dari puing-puing dan sampah. Kondisi perumahan itu terlihat cukup parah, karena banjir telah merusak puluhan tembok rumah dan menghanyutkan harta benda milik warga termasuk kendaraan.

Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di kompleks itu juga masih terendam banjir hingga Senin siang. Akibatnya buku dan peralatan sekolah rusak, dan para siswa pun diliburkan. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, terpaksa mengungsi ke masjid. Mereka pun kini membutuhkan bantuan berupa selimut dan makanan.

Sejauh ini tim SAR dari BPBD, Tagana, TNI-Polri serta relawan masih membersihkan lokasi banjir. Mereka juga melakukan pencarian, terhadap sejumlah warga yang hilang pasca banjir merendam perumahan tersebut.

Disadur dari liputan6.com

Contact Us :
Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927

Dimana pun dan dalam kegiatan sehari-hari pastinya kita berhubungan dengan suhu dan udara. tidak hanya kegiatan sehari-hari, kegiatan-kegiatan industri, produksi, jasa pengiriman barang pun berhubungan dengan suhu.

Oleh karena itu dalam lingkungan industri pasti diperluka suatu bentuk pengamatan suhu, pengamatan suhu dapat dilakukan dengan alat pengamat suhu dan atau bisa juga menggunakan data logger sebagai alat yang menguji dan mengamati suhu yang terdapat pada suatu ruangan.

Alat pengamat suhu ini digunakan bertujuan untuk mengetahui berbagai macam suhu dan kapasitas suhu yang ada pada suatu ruangan dalam ruang lingkup tertentu.

Pengamatan suhu sangat perlu dilakukan pada industri atau pun perusahaan jasa pengiriman, mengapa begitu?. Karena pengamatan suhu akan berpengaruh pada proses produksi dan optimalnya suatu kegiatan produksi yang sedang berlangsung. Pengamatan suhu ini juga dapat memberikan informasi sebagai result data yang nantinya dapat dikelola lebih lanjut untuk mendukung proses produksi.

Suhu merupakan unsur yang berpengaruh serta memiliki peran besar pada beberapa aspek dalam lingkungan produksi dan perusahaan jasa pengiriman.

“Mengapa suhu memiliki peran yang besar dalam suatu ruang produksi dan jasa pengiriman?”.  “karena apabila suhu pada saat proses produksi dan jasa pengiriman sedang berlangsung mengalami ketidak stabilan suhu atau suhu yang berlebih maka akan berpotensi besar menyebabkan muatan dan hasil produksinya menjadi berkurang untuk mutu dan kualitasnya.

Jadi penggunaan alat pengamat suhu sangat baik digunakan guna mendukung proses produksi atau pun jasa pengiriman. alat ini sangat baik digunakan karena dimana mutu dan kualitas baik, maka akan memberikan kepuasan pelanggan bertambah.

Dengan kepuasan para pelanggan secara tidak langsung berbagai testimonial akan berdatangan memberikan komentar baik terhadap mutu, kualitas, dan bentuk pelayanan perusahaan.

Alat pengamat suhu dapat menggunakan alat uji sebagai berikut :

Microlite
Picolite
Microlite
Data Logger
Weather Station
Alat pengamat suhu ini baik digunakan pada perusahaan :
Ritel (pasar swalayan / supermarket)
Jasa Pengiriman (Pengiriman ice cream, daging, buah-buahan, sayur-sayuran, dll.)
Produksi (Metal, Logam, BAJA, Makanan, Minuman, dll.)





Contact Us :

Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927
Di dunia ini sering terjadi penukaran cuaca di setiap waktu dan setiap saat. Dan sering kali cuaca yang bertukar tukar bisa menyebabkan penyakit untuk daya tubuh kita. Cuaca sering bertukar secara cepat tanpa kita sadari. Terkadang cuaca mendadak panas sekali dan terkadang bisa dingin sekali. Di sinilah penyebab terjadinya sakit terhadap manusia yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Seperti terkena panas yang begitu garangnya dan terkena hujan lebat setelah itu. Jadi cuaca itu tak bisa di tentukan namun kita bisa mengukur cuaca dengan menggnakan alat gukur cuaca.
Alat ukur cuaca adalah suatu alat yang hebat yang bisa mengukur tinggi rendahnya suatu cuaca atau iklim dan mengetahui kondisi cuaca, curah hujan serta kecepatan angin untuk di suatu daerah. Alat ini sangat bermanfaat untuk menentukan cuaca di suatu wilayah yang kita huni atau tempati.
Alat ini memiliki kualitas tinggi dan canggih serta kinerja yang menjanjikan untuk para pengguna alat ukur cuaca ini. Alat ukur cuaca bisa di letakkan atau di lapangan terbuka seperi halaman rumah yang luas dan taman taman dan sebagainya.
Ada berbagai macam alat ukur cuaca :
MAWS (Monitoring Automatic Weather Station)
 Radiosonde
Anemometer untuk mengukur kecepatan angin
Barometer untuk mengukur tekanan udara
Alat untuk mengukur jumlah curah hujan
Higrometer untuk mengukur kelembaban udara
Termometer
Campbell Stokes
Adapun berbagai macam alat uji cuaca dan juga memiliki fungsi yang tersendiri pula. Namun sebagian baesar fungsi alat uji cuaca iyalah untuk mengukur tinggi rendahnya cuaca, tekanan cuaca, kondisi cuaca, cerahan hujan, dan kecepatan angin di suatu daerah atau wilayah.
Jadi tak heran jika dunia teknologi berkembang begitu pesatnya dari tahun ke tahun dan sampai saat ini telah hadir alat ukur cuaca yang begitu canggih untik kalangan lingkungan yang serba maju dan pesat pada saat sekarang. Alat uji cuaca di lengkapi dengan bahan yang canggih dan juga menjanjikan untuk para konsumen yang membutuhkan.
(fiq/thc2014)

Contact Us :
Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927
JAKARTA–Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) menyatakan saat Sukhoi Superjet 100 menabrak tebing Gunung Salak tanggal 9 Mei pukul 14.33 WIB, gunung tersebut sedang diliputi awan Cumulonimbus menjulang setinggi 37.000 kaki (11,1 km).

“Logika sederhananya, pilot akan mencari jalan keluar yang paling aman. Namun menaikkan pesawat untuk mengatasi awan mungkin dianggap terlalu tinggi, dari 10.000 kaki harus terbang melebihi 37.000 kaki. Karena itu, pilihannya hanya mencari jalan ke kanan, kiri, atau bawah,” kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan Thomas Djamaluddin, ketika dihubungi dari Jakarta, Sabtu.

Karena itu, ia menjelaskan, pilihan minta izin menurunkan pesawat ke ketinggian 6.000 kaki mungkin didasarkan pada pertimbangan bahwa ada sedikit celah yang terlihat di bawah, tetapi terlambat memperhitungkan risiko yang lebih fatal dengan topografi yang bergunung-gunung.
Ia menguraikan, data MTSAT menunjukkan sekitar waktu kejadian, awan di sekitar Gunung Salak memang tampak sangat rapat dengan liputan awan lebih dari 70 persen.

Analisis indeks konveksi yang bisa menggambarkan ketinggian awan juga menunjukkan indeks sekitar 30 yang bermakna adanya awan Cb (Cumulonimbus) yang menjulang tinggi sampai sekitar 37.000 kaki (11,1 kilometer).

Data satelit itu, tambahnya, memberi gambaran bahwa saat kejadian, pesawat dikepung awan tebal yang menjulang tinggi. Pada saat sebelum jatuh itu, diinformasikan pesawat turun dari ketinggian 10.000 kaki (3 kilometer) ke 6.000 kaki (1,8 kilometer), padahal tinggi gunung Salak sekitar 2,2 km.

Namun analisis ini, tegasnya, hanya berdasarkan data satelit cuaca, sekadar untuk memberi jawaban sementara berdasarkan data, bukan berdasarkan spekulasi yang tak berdasar. Data tersebut biasanya menggunakan instrument perekam data cuaca seperti weather station.

“Analisis komprehensif tentang faktor lainnya tentu kita nantikan dari analisis rekamanan penerbangan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), walau tentu saja faktor cuaca tetap tak dapat dikesampingkan,” kata Djamal.

Faktor cuaca memang tidak dapat dianggap enteng karena komponen cuaca seperti awan, kecepatan angin dan curah hujan yang biasa direkam dengan instrument weather station dapat menjadi sebab kecelakaan transportasi di Indonesia.

Sementara itu, mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT Syamsul Bahri yang ditemui mengatakan, saat berada di dalam kepungan awan seorang pilot memiliki risiko yang tinggi untuk tiba-tiba naik atau tiba-tiba turun.

“Karena itulah, setiap pilot selalu menghindari awan untuk menghindari risiko ini dengan terbang jauh di atas liputan awan. Namun mungkin si pilot belum menguasai medan yang berat ini,” kata Kepala Biro Perencanaan BPPT yang berpengalaman menerbangkan pesawat untuk layanan modifikasi cuaca itu.

sumber & disadur dari : http://www.solopos.com/2012/channel/nasional/tragedi-sukhoi-ini-dia-perkiraan-penyebab-jatuhnya-versi-lapan-185324

Contact Us :
Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927
Mungkin kita sudah tahu bahwa orang-orang terdahulu mampu mengukur cuaca tanpa alat bantu apapun. Ini dikarenakan cuaca pada zaman dulu masih stabil sehingga antara musim penghujan dan musim panas mempunyai waktu tertentu dalam hitungan bulan. Sebagai contoh orang tua kita sering mengatakan bahwa pada bulan yang di akhir nama bulannya ada –ber seperti Oktober, November, Desember, maka itu adalah musim hujan. Namun kita lihat keadaan cuaca sekarang walaupun belum menginjak pada bulan yang berakhiran –ber, namun hujan seringkali menyempil diantara bulan yang seharusnya adalah musim panas. Para pakar menyebut cuaca seperti ini sebagai cuaca ekstrim.

Cuaca ekstim merupakan suatu fenomena atau perubahan yang terjadi  di suatu wilayah yang menunjukkan adanya perubahan aktifitas alam seperti hujan, panas matahari, atau mendung dalam kurun waktu singkat. Hal ini bisa disebabkan oleh lapisan ozon yang menipis akibat efek rumah kaca, polusi udara dan lain-lain.

Cuaca buruk atau cuaca ekstrim ialah kondisi ekstrim mengenai cuaca yang dapat menimbulkan bencana dan kerusakan. Fenomena yang terjadi ketika cuaca buruk diaantaranya hujan deras, angin kencang, gelombang tinggi, badai, hujan es, kekeringan, putting beliung  dan sebagainya.

Dikarenakan ketidak pastian cuaca ini maka beberapa bidang memerlukan sebuah alat yang mampu mengukur cuaca, salah satunya adalah bidang pertanian.  Alat ukur cuaca adalah suatu alat yang hebat yang bisa mengukur tinggi rendahnya suatu cuaca atau iklim dan mengetahui kondisi cuaca, curah hujan serta kecepatan angin untuk di suatu daerah. Alat ini sangat bermanfaat untuk menentukan cuaca di suatu wilayah yang kita huni atau tempati.

Alat ini memiliki kualitas tinggi dan canggih serta kinerja yang menjanjikan untuk para pengguna alat ukur cuaca ini. Alat ukur cuaca bisa di letakkan atau di lapangan terbuka seperi halaman rumah yang luas dan taman taman dan sebagainya.

Adapun berbagai macam alat uji cuaca dan juga memiliki fungsi yang tersendiri pula. Namun sebagian baesar fungsi alat uji cuaca iyalah untuk mengukur tinggi rendahnya cuaca, tekanan cuaca, kondisi cuaca, cerahan hujan, dan kecepatan angin di suatu daerah atau wilayah. Maka dengan demikian cuaca dapat diperkirakan walaupun musim ekstrim sedang melanda bumi.

Contact Us :
Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927
Jumat (11/9) petang publik di seluruh dunia mendadak tertegun. Sebuah kabar duka datang dari Mekah, Arab Saudi. Masjid Suci umat Islam di seluruh dunia, Masjidil Haram mengalami musibah jatuhnya crane konstruksi pembangunan pada sore kemarin. Setidaknya dalam laporan terakhir menyebutkan ada 107 jamaah tewas. Tak hanya itu, 238 lainnya dilaporkan dalam kondisi luka-luka. Dari seluruh korban itu, tercatat ada seorang jamaah asal Indonesia.
Kejadian ini membuat banyak orang bertanya-tanya mengapa alat berat bisa sampai terjatuh ? apakah kesalahan manusia ?
Jika kamu termasuk yang menyalahkan pemerintah Arab Saudi karena meletakkan crane raksasa di Masjidil Haram dan tidak melakukan pengecekan rutin, maka itu salah besar. Karena salah seorang saksi yang berada di Masjidil Haram menyebutkan jika cuaca buruk yang kini tengah melanda Mekah adalah penyebab crane itu jatuh, seperti dilansir CNN.
"Saat itu kami hendak wudhu dan siap ke Masjidil Haram untuk melakukan salat Maghrib. Cuaca di Mekah memang tengah buruk. Sebelumnya badai pasir melanda Mekah yang kemudian mendadak berubah menjadi hujan badai. Semua penutup alat konstruksi terlepas dan bertebaran begitu saja. Kondisi sangat mengerikan dan alat-alat berat bergerak sendiri karena kuatnya badai, sampai akhirnya tragedi itu terjadi. Semua orang langsung berlarian meninggalkan lokasi crane itu roboh," ungkap Yahya Al Hashemi, iReporter CNN yang merekam video jatuhnya crane.
Kepala Sub-Bidang Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Harry Tirto Djatmiko menjelaskan, badai bisa ada jika terjadi karena perbedaan signifikan pada kecepatan angin, suhu, dan tekanan. Jika perubahan terjadi di tiga komponen dan saling bersinergi maka badai dipastikan terjadi.
"Jika kecepatan angin hanya mengalami kenaikan 2-5 knot, hal yang wajar, tapi lebih dari 10 knot atau lebih dari 20km/jam dan terus menerus (terjadi) maka bisa terjadi (badai pasir)," kata Harry saat berbincang dengan CNN Indonesia, Jakarta, Sabtu (12/9).
Untuk itu tentunya badan pemantauan cuaca di Mekah, Arab Saudi memiliki alat pemantau cuaca yang bisa disebut sebagai weather station. Weather station merupakan alat pemantau cuaca dengan kemampuan dalam mengukur kecepatan angin (anemometer), Tekanan Udara, dan Suhu.

Contact Us :
Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927
Pesawat terbang milik maskapai nasional, Lion Air jatuh di laut sekitar bibir pantai landasan ujung barat Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Pesawat yang jatuh tersebut diduga karena cuaca Bali yang tidak bersahabat sehingga pesawat gagal mendarat pada landasan tersebut.

Badan pesawat Lion Air tersebut bengkok menjadi dua bagian yaitu ekor dan badan pesawat. Seluruh penumpang dikabarkan selamat tidak ada yang meninggal dunia. Pesawat tersebut baru beroperasi sekitar 2 bulan sehingga pesawat dalam keadaan layak terbang.

Sebelum jatuh, pesawat Lion Air sempat menerobos awan hitam. Rendi, salah satu penumpang pesawat tersebut mengungkapkan bahwa Insiden tabrakan tersebut terjadi kira-kira lima menit sebelum mandarat. Ia bersama istri duduk di 20E dan 20F yang posisinya persis sejajar dengan sayap pesawat.

“Tiba-tiba pesawat menerobos awan hitam, tapi tidak tebal,” jelasnya, Sabtu (13/4/2013).

Tidak hanya itu, salah satu penumpang yang bernama Artami dan suaminya Untung Susanto juga mengabulkan perkataan tersebut. “Kejadian itu mendadak. Beberapa menit sebelum jatuh ada hujan dan awan di atas,” pungkas Artami.

Sekitar pukul 15.37 Wita, cuaca hujan memang sangat deras dan berkabut. Pesawat yang membawa 172 penumpang tersebut landing di laut karena akibat dari cuaca buruk.

Jika dugaan itu memang benar, keadaan cuaca yang menjadi informasi yang sangat penting bagi industri penerbangan harus dapat diukur atau dimonitoring setiap waktunya. Curah hujan, suhu, kelembaban dan faktor cuaca lainnya biasanya dapat diukur dengan instrument weather station yang canggih dan akurat.

Sumber : ngomel.com – ahmad handayani (edit-red)

Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927

Contact Us :

Green house mungkin akan terdengar asing bagi masyarakat Indonesia. Pengertian secara umum, green house dapat diartikaln sebagai bangun kontruksi dengan atap tembus cahaya yang memiliki kegunaan untuk memanipulasi keadaan lingkungan agar tanaman di dalamnya dapat berkembang secara optimal. Memanipulasi keadaan lingkungan ini dapat dilakukan dalam dua hal, yaitu menghindari keadaan lingkungan yang tidak dikehendaki dan memunculkan keadaan lingkungan yang diinginkan.
Kondisi lingkungan yang tidak dikehendaki antara lain :
a. Ekses radiasi sinar matahari seperti sinar inframerah dan sinar ultraviolet.
b. Kelembaban dan suhu udara yang tidak sesuai.
c. Kekurangan dan kelebihan curah hujan.
d. Gangguan hama dan penyakit.
e. Tiupan angin yang terlalu kuat sehingga dapat merobohkan tanaman.
f. Tiupan angin dan serangga yang menyebabkan kontaminasi penyerbukan.
g. Ekses polutan akibat polusi udara.
Sementara kondisi lingkungan yang dikehendaki antara lain :
a. Kondisi cuaca yang mendukung rentang waktu tanam lebih panjang.
b. Mikroklimat seperti suhu, kelembaban dan intensitas cahaya sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman.
c. Suplai air dan pupuk dapat dilakukan secara berkala dan terukur.
d. Sanitasi lingkungan sehingga tidak kondusif bagi hama dan penyakit.
e. Kondisi nyaman bagi terlaksananya aktivitas produksi dan pengawasan mutu.
f.  Bersih dari ekses lingkungan seperti polutan dan minimnya residu pestisida
g. Hilangnya gangguan fisik baik oleh angin maupun hewan.
Untuk menghendaki keadaan lingkungan seperti itu tentunya akan memerlukan berbagai instrument agar dapat membantu mewujudkan keadaan lingkungan yang sesuai. Untuk temperatur atau suhu udara dapat dapat diukur dengan microlite. Instrumen kecil tersebut berfungsi sebagai alat ukur suhu dapat membantu tanaman menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
Lalu dengan masalah tiupan angin dapat menggunakan air velocity meter. Kecepatan angin dari kondisi sekitar dapat diukur dengan instrument tersebut untuk mendapatkan data lingkungan sekitar untuk tiupan angin yang dikehendaki. Untuk suhu, kecepatan angin dan faktor kondisi lainnya dapat menggunakan instrument dalam satu paket yaitu paket weather station.
Curah hujan dan kelembaban sekitar pun dapat diukur dengan berbagai macam instrument data logger.  Data logger dapat merekam data berbagai faktor cuaca mulai dari suhu, kelembaban, curah hujan dan lain sebagainya. Faktor cuaca tersebut dapat menjadi patokan untuk suatu wilayah bagaimana menentukan kondisi lingkungan yang dikehendaki untuk membangun green house bagi tanaman.
kutipan : green house tudung


Contact Us :
Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927

Data logger memiliki peran utama dalam studi weatherization nasional untuk mengukur keberhasilan suatu program bantuan sebanyak lima miliar dollar Amerika yang disediakan untuk perbaikan efisiensi energi di rumah-rumah berpenghasilan rendah. Disebut Evaluasi Program Bantuan Nasional Weatherization adalah upaya yang menandai pertama kalinya dalam dua dekade pemerintah federal telah mengumpulkan data teknis pada konsumsi energi dan faktor efisiensi energi lainnya di rumah diberlakukan bawah program weatherization . Tujuannya adalah untuk mengevaluasi dampak weatherization pada penggunaan energi rumah tangga dan mengkarakterisasi efek lain dari weatherization terhadap kualitas udara dalam ruangan.

Tetapi, tidak hanya akan studi weatherization membantu mengkalibrasi strategi federal untuk rumah berpenghasilan rendah, selain itu juga akan memberikan wawasan tentang praktek-praktek terbaik untuk industri efisiensi energi yang lebih besar. Laboratorium Nasional Oak Ridge, studi ini melihat peningkatan efisiensi didanai melalui Program Bantuan Weatherization (WAP). Informasi yang dikumpulkan dari rumah yang dilayani oleh lebih dari 900 lembaga weatherization lokal dan ratusan utilitas.

Salah satu bagian dari evaluasi adalah studi lapangan menyelidiki penghematan energi pemanas di rumah yang mengandalkan bahan bakar non-meteran (propana dan minyak bakar). Pusat Energi Wisconsin, Madison penelitian berbasis pendidikan dan perusahaan, merupakan bagian dari tim yang dipilih untuk melakukan evaluasi. Pusat Energi tersebut telah memasang beberapa ratus data logger di rumah yang menggunakan bahan bakar massal, seperti propana dan minyak. Ini termasuk data logger untuk sistem pemanas pemantauan waktu berjalan, logger kelembaban suhu relatif terhadap ciri penyejuk ruang, dan thermocouple logger temperature untuk memonitor sistem pemanas sekunder.

Selain data logger diatas, dengan penggunaan instrument weather station dapat memantau kondisi lingkungan dari beberapa faktor cuaca. Mulai dari suhu, kelembaban, curah hujan, kecepatan lainnya dapat menggunakan weather station sebagai solusi perekaman data efisiensi energi berbagai industri utamanya industri agraris.

Studi ini berfokus pada keluarga berpenghasilan rendah di Midwest, Timur Laut dan Selatan, di mana penguji berharap untuk menentukan apakah rumah dipanaskan dengan propana dan minyak mencapai penghematan energi sebanding dengan yang dipanaskan oleh gas alam.

Pada musim gugur 2010, Instalasi data logger di rumah dipilih untuk merekam operasi sistem pemanas selama 8 sampai 12 minggu sebelum rumah weatherized. Pusat energi juga akan merekam data selama periode yang sama waktu setelah weatherization. Sejumlah rumah kontrol, tidak tunduk pada weatherization, juga disertakan. Data logger akan diambil pada musim semi 2011 dan data dianalisa untuk menentukan penghematan energi pemanas di rumah.

Data logger yang penting untuk penelitian weatherization karena sulit untuk mengukur penggunaan energi pemanas di rumah yang menggunakan bahan bakar massal. Rumah ini tidak menerima tagihan listrik bulanan menunjukkan pola konsumsi rumah melakukan itu menggunakan meteran gas alam.

Menganalisis pengiriman bahan bakar, sendirian, dapat membuat hasil yang miring. Sebagai contoh, satu rumah tangga bisa mengisi tangki minyak ke atas untuk musim dingin, yang lain mungkin mengisinya hanya sebagian dan kemudian menggunakan kompor pembakaran kayu untuk melengkapi.

Dalam masuk ke rumah, tujuan utama pusat energi adalah untuk menentukan sistem pemanas run-time. Peneliti memasang data logger dengan sensor arus pada sistem pemanas primer, dan data logger suhu pada setiap ruang pemanas atau kompor kayu yang sering digunakan. Selain itu, mereka ditempatkan data logger suhu dan kelembaban relatif di termostat pusat. Pusat energi juga menggunakan Data Logger U9-001 untuk merekam setiap siklus operasi dari sistem pemanas utama di setiap rumah.

"Kami tertarik untuk mengetahui ketika bahan bakar yang dikonsumsi, yang tidak sama dengan pemantauan panggilan pemanas atau kipas," kata Dan Cautley, Energy Center manajer proyek senior.

"Untuk mendapatkan burner tepat waktu, kita menonton kawat listrik ke katup gas dalam sistem propana, dan dalam sistem minyak kami sedang memantau baik solenoid valve daya minyak, atau ketika tidak ada solenoid valve, kekuatan burner. Dalam setiap kasus, kami memasang saklar arus pada kabel yang sesuai, dan menghubungkan switch ini ke logger negara dengan kabel jack stereo biasa. " Logger mencatat waktu aktual resolusi satu detik ketika tombol saat menutup dan membuka, memberikan catatan waktu dicap konsumsi bahan bakar”.

"Yang pasti saklar saat akan dipicu dengan single pass dari kawat listrik, kami meminta Onset untuk harga sebuah saklar saat ini lebih sensitif (Veris H300) dari barang biasanya ditebar," tambahnya. "The H300 memicu sebesar 0,15 A, dan memiliki clip-on inti split, sehingga dapat diinstal tanpa memutuskan kabel apapun, suatu keharusan bagi proyek kami."

Selain data logger, Pusat energi memasang Data Logger U10 suhu-003 / logger RH pada termostat utama di setiap rumah. Hal ini memberikan informasi tentang pengaturan suhu ruang yang sebenarnya selama masa studi, yang dapat digunakan untuk meningkatkan analisis derajat hari-variabel dasar yang digunakan dalam penelitian ini. Instrumen weather station pun dapat digunakan untuk evaluasi weatherization di Indonesia.

"Kami mencoba untuk menyaring rumah yang memiliki sumber pemanas tambahan yang signifikan seperti kompor kayu atau ruang pemanas berdiri bebas, tapi itu tidak mungkin untuk melakukannya sekali," kata Cautley. "Sejak pemanas tambahan mungkin tidak memiliki katup listrik atau pembakar, kita tidak bisa mengandalkan penebang negara untuk memantau mereka. Sebaliknya, kami memutuskan bahwa pembacaan periodik pada suhu logger akan memberi kita gambaran tentang berapa banyak sistem tambahan beroperasi rata-rata. Seiring dengan perkiraan input, setidaknya kita bisa sekitar memperhitungkan kontribusinya 
terhadap beban pemanasan. "

Kutipan : onset comp


Contact Us :

Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan terus melakukan Teknologi modifikasi cuaca berupa penebaran garam. Tetapi, ketersediaan pesawat menjadi kendala. BPPT menggunakan sebuah pesawat Hercules untuk menebar garam pada hari Selasa (14/1/2014). Seyogyanya penggunaan teknologi ini butuh minimal dua pesawat, menurut BPPT. BPPT berinisiatif menggunakan pesawat perintis sebagai alternatif untuk membantu modifikasi cuaca tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hujan Buatan BPPT Heru Widodo, di Gedung BPPT Thamrin, Jakarta, Senin (20/1/2014) mengungkapkan "Kami coba gunakan satu atau dua dari empat pesawat perintis milik BPPT, meskipun kecil semoga bisa membantu," .

Teknik penyemaian itu sudah dilakukan sembilan kali terhitung hingga hari Senin. Hal inipun dinilai belum cukup maupun optimal. Oleh karena itu, kata Heru, BPPT sudah mengirimkan surat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan TNI AU untuk dapat meminjam pesawat.

Tetapi, penambahan armada pesawat tidak mudah dilakukan. Daftar penerbangan untuk semua pesawat milik TNI Angkatan Udara telah penuh. Armada ini antara lain dipakai untuk mengirimkan bantuan ke Manado, Sulawesi Utara, dan para pengungsi letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, permintaan bantuan pinjaman pesawat dikirimkan BPPT pada Desember 2013. BPPT tidak mendapatkan surat perintah dari TNI AU untuk penggunaan pesawat militer yang dibutuhkan.

BPPT hanya bisa melakukan penerbangan rekayasa hujan yang intensitasnya dapat diukur dengan weather station satu hingga dua kali sehari akibat keterbatasan pesawat tersebut. Padahal, target semula adalah lima sampai enam kali sehari. Penyemaian dilakukan di Selat Sunda dan Pantai Pelabuhan Ratu Sampai Senin, garam yang ditabur mencapai 34 ton.

"Rencana kami akan dilakukan sampai Maret. Mudah-mudahan sambil jalan (bisa) nambah pesawat. Karena kan belum sampai puncak musim hujan, perkiraan puncaknya tanggal 21-22 ini," ujar Heru.

Data yang diambil berdasarkan deteksi dari satelit, curah hujan yang dapat diukur dengan weather station di wilayah Jakarta pada 1 sampai 13 Januari 2014 tercatat mencapai 238,87 milimeter dan pada 14 sampai 18 Januari 2014 sudah turun menjadi 129 milimeter. Modifikasi cuaca, sebut Heru, sudah mengurangi curah hujan sebanyak 166 milimeter.

Menurut perhitungan BPPT, modifikasi cuaca sudah menurunkan curah hujan hingga 22,27 persen. "Teknologi ini tak mampu menghilangkan hujan. Hanya mengurangi," kata Heru.

Kutipan : kompas

Contact Us :
Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927
Tim ahli geologi dari PT Freeport Indonesia menyangkal kegiatan penambangan aktif dengan serangkaian peledakan (blusting) dan pengeboran (drilling) batuan menjadi penyebab runtuhnya atap terowongan Big Gossan. Runtuhnya atap terowongan, Selasa 14 Mei 2013, mengakibatkan 28 orang tewas dan 10 orang lain terluka. Air hujan yang bereaksi dengan batuan gamping dan termineralisasi disebut sebagai dugaan awal penyebab runtuhnya terowongan ini.

Vice President (VP) Geo Services PTFI Wahyu Sunyoto mengatakan, lokasi reruntuhan berada di luar kegiatan operasional pertambangan aktif. Jarak dari pusat penambangan Big Gossan sekitar 500 meter, sementara untuk tambang Deep Ore Zone (DOZ) berjarak sekitar 1.700 meter, dan untuk tambang terbuka Grasberg (Grasberg open pit) berjarak sekitar 2.700 meter. "Jadi cukup jauh dari daerah kegiatan aktif penambangan kita," jelasnya.

Selain itu, imbuh Wahyu, data microseismic system tidak menunjukkan gejala awal terjadinya runtuhan itu. Microseismic system adalah sistem yang memantau getaran terpasang di setiap lokasi tambang. "Bahkan getaran gempa 7,2 skala Richter yang berpusat di timur laut Kabupaten Tolikara beberapa waktu lalu tidak berpengaruh terhadap fasilitas tambang bawah tanah kami," urai Wahyu.

Analisis sementara

Analisis sementara dari para ahli geologi PTFI, penyebab runtuhnya atap terowongan Big Gossan adalah akibat menurunnya daya dukung atau kohesivitas batuan. Penurunan kohesivitas diduga disebabkan oleh pelapukan kimiawi akibat air hujan dan udara yang meresap melalui struktur rekahan alami.

Wahyu mengatakan, air hujan pada dasarnya bersifat mendekati asam, dengan indikator pH sekitar 5. Dengan tingkat keasaman tersebut, menurut dia, air hujan akan mudah bereaksi dengan batuan gamping yang banyak terdapat di Papua, termasuk di lokasi tambang.

Curah hujan tersebut dapat diukur dengan paket instrument weather station untuk menghindari reaksi dengan batuan gamping dll. Selain curah hujan, weather station juga dapat mengukur Temp/RH pada kondisi lingkungan tertentu. Air hujan juga gampang bereaksi dengan zona termineralisasi seperti sulfida tembaga. Kedua hal itu memungkinkan terjadinya reaksi kimia yang berujung pelapukan batuan di terownongan PT Freeport Indonesia.

 "Pelapukan kimiawi secara alami pada rekahan batuan di atas atap terowongan akibat rembesan air hujan dan udara yang terus-menerus mengakibatkan kekuatan batuan menjadi sangat lemah. Kenapa bisa jatuh dalam hitungan detik atau menit, karena ada rekahan yang berbentuk biji yang bentuknya melebar di bawah, dan karena daya dukung rekahan sudah sangat rendah sehingga batuan runtuh, memenuhi dan menutup seisi ruangan kelas," jelas Wahyu di Guest House, Senin (20/5/2013).

Meski sudah ada analisis awal dari para geolog PTFI, tetapi Presiden Direktur PTFI Rozik B Soetjipto mengatakan tetap akan melakukan investigasi internal yang menyeluruh serta memberikan kesempatan kepada investigator dari Kementerian ESDM. Rozik juga berencana mendatangkan investigator independen untuk memastikan penyebab insiden runtuhnya atap terowongan Big Gossan yang menelan puluhan korban jiwa.

Sumber : http:// regional . kompas.com/read/2013/05/22/07082236/Reaksi. Kimia.Air.Hujan.dan.Batuan.Penyebab.Runtuhnya.Terowongan.Freeport.

Contact Us :
Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927
Beberapa hari terakhir, cuaca ekstrim di wilayah Indonesia mempengaruhi kegiatan pelayaran di pelabuhan-pelabuhan Tanah Air. Tidak hanya aktifitas kapal penumpang, namun juga kegiatan yang lain. Petugas ticketing di salah satu perusahaan tour travel di Pelabuhan Parepare, Hadirman, S.E., mengatakan cuaca ekstrem membuat sejumlah penumpang beralih menumpang kapal PT Pelni dan meninggalkan kapal swasta.w

Hadirman mengungkapkan "Kami kuatir terjadi penumpukan penumpang di kapal-kapal Pelni sehingga melebihi kapasitas yang ada,"

Meski seperti itu, General Manager PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Parepare Abdullah menjamin tidak akan terjadi penumpukan penumpang. Menurut dia, kapal Pelni memiliki kapasitas antara tiga sampai empat ribu penumpang. Kelebihan muatan juga masih diizinkan. "Masih bisa ditoleransi jika hanya 30 persen dari kapasitas yang ada," kata dia.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nusantara Parepare, Muhammad Amir Pangi, mengatakan pihaknya menetapkan siaga penuh untuk mengantisipasi cuaca buruk, walaupun tidak mendirikan posko. Cuaca buruk tersebut seperti angin yang sangat kencang yang dapat diukur dengan weather station "Semua kemampuan yang ada kami siagakan, baik skill maupun peralatan " katanya kepada Tempo, Selasa, 21 Januari 2014.

Amir mengatakan sampai saat ini tidak ada insiden atau kecelakaan menyusul cuaca ekstrem yang beruntun. Pemilik dan awak kapal sejauh ini mematuhi imbauan untuk waspada dan menunda pelayaran jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Karena intensitas curah hujan tinggi yang diukur dengan weather station dapat menyebabkan gelombang tinggi. Sesuai prosedur, jika terjadi insiden pelayaran, pihaknya akan berkordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pertolongan.

Menurut Amir, maklumat pelayaran yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan telah berakhir sejak Senin, 20 Januari kemarin. Seiring dengan itu, cuaca di perairan Parepare terus membaik. Namun, mereka tetap meminta pemilik dan awak kapal tetap waspada karena cuaca sewaktu-waktu dapat berubah.

Jika cuaca mulai menunjukkan tanda-tanda ekstrem, KSOP memerintahkan penundaan berlayar. Kapal-kapal yang hendak melego jangkar, khususnya untuk Kapal Layar Motor (KLM), Roll On Roll Of (Ro-Ro) serta Kapal Motor (KM). "Selama cuaca tidak memungkinkan untuk berlayar, beberapa kapal terpaksa dibatalkan keberangkatannya."

Untuk menghindari terjadinya penumpukan kapal di dermaga, kapal-kapal yang batal berlayar diminta berlabuh di sepanjang perairan Parepare yang dianggap aman sambil menunggu cuaca membaik. "Kapal yang berlabuh di luar tidak akan mengganggu arus pelayaran di Pelabuhan Nusantara Parepare," kata Amir.

Kutipan : tempo.co


Contact Us :

Alamat :Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit Jakarta 13440, Jakarta Indonesia
Kota :DKI Jakarta - Jakarta Timur
Telephone :(021) 8690 6777
Fax :(021) 8690 6770
E-mail :sales@alatuji.com
Website :http://alatuji.com/
Nama Kontak :Bpk. Ibu Sri dan Bpk. parmin
Handphone :0813 8742 8586, 0816 1740 8927
A call-to-action text Contact us